Lemari Es

Pada zaman sekarang banyak sekali rumah tangga yang menggunakan lemari es.  Memiliki lemari es bukanlah lagi suatu kemewahan, tetapi suatu keharusan dalam rumah tangga modern. Dahulu lemari es yang harganya mahal dan pemakaian listrik yang besar,  sekarang dengan kemajuan teknologi masalah tersebut bisa teratasi.

 

Lemari es bekerja menggunakan prinsip dasar proses pendinginan atau refrigerasi yang pada hakekatnya adalah proses memindahkan energi panas dari satu lingkungan ke lingkungan lainnya dengan cara-cara tertentu. Hukum termodinamika yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan sangat penting dalam pengoperasian sistem ini.

 

Bagaimana lemari es bekerja?

Dalam sistem pendinginannya, lemari es terdiri dari beberapa komponen. Pertama, bahan pendingin atau refrigerant (umumnya menggunakan freon) merupakan zat yang oleh kompresor ditekan dan mengalir dalam sistem, dapat berbentuk gas atau cair, untuk menyerap panas dari evaporator dan membuangnya di kondensor. Kedua kompresor, yang berfungsi menaikkan tekanan dan temperatur refrigerant dari  rendah menjadi tinggi (refrigerant dalam fase uap). Dengan adanya perbedaan ini, menyebabkan refrigerant dapat mengalir dari evaporator ke kondeser pada bagian yang paling atas. Ketiga kondenser, merupakan sebuah alat penukar kalor dimana refrigerant melepas kalor ke udara luar. Disini refrigerant berubah menjadi cair dengan suhu ruangan atau suhu dingin lanjut, tetapi tekanannya masih tetap tinggi. Cairan ini akan mengalir ke pengering, sebagai komponen ketiga. Pengering berisi silica gel yang dapat menyerap lembab air, asam, dan menyaring kotoran di dalam sistem. Komponen keempat merupakan pipa kapiler. Refrigerant dari pengering mengalir ke pipa kapiler yang mempunyai lubang sangat kecil sehingga dapat menrunkan tekanan akibat tekanan dan hambatan yang besar. Setelah dari pipa kapiler refrigerant masuk kedalam evaporator sebagai komponen kelima yang terdiri dari pipa-pipa yang besar. Tekanan disini rendah sekali, karena dihisap dan dibuat vacum oleh kompresor. Disini kalor yang ada di lemari es diserap oleh refrigerant yang mengakibatkan refrigerant berubah fasa dari cair menjadi gas. Setelah dari evaporator refrigerant mengalir ke akumulator sebagai komponen keenam yang menampung refrigerant gas dan refrigerant cair  yang tidak sempat menguap di evaprator. Hanya refrigerant gas yang dapat mengalir ke kompresor melalui saluran hisap. Siklus ini pun terus berlanjut seperti yang dijelaskan di atas.

Recognition of needed Lemari Es

Sejak dahulu orang-orang sudah berusaha agar makanan yang mereka miliki bisa mereka simpan dan bisa bertahan dalam waktu yang lama. Dengan tahan lamanya makanan yang mereka miliki, mereka bisa mengambil atau membeli makanan dalam jumlah yang banyak sekali waktu. Ini memperingan tugas mereka dan menekan biaya. Dimulai dengan disimpan di lubang yang tidak terkena sinar matahari, menguapkan air di atas rumah, sampai mengipasi air agar lebih cepat menguap sehingga suhunya lebih rendah dari suhu sekitar.  Pada tahun 1850 akhirnya mulai digunakan mesin pendingin menggunakan kompresor yang terus berkembang sampai sekarang.

Kita dapat menangkap bahwa manusia mendinginkan makanan agar makanan yang mereka miliki bisa disimpan lebih lama dan tidak membusuk akibat jasad renik (mikroba) yang ada dalam makanan. Dengan suhu rendah (3-100C) jasad renik bisa mati dan makanan tetap terihat segar. Selain itu, banyak sekali makanan dan minuman dengan suhu rendah/dingin akan lebih terasa lebih sedap jika dinikmati. Kesimpulannya manusia mendinginkan makanan dalam lemari es dengan berbagai tujuan, diantaranya mengawetkan makanan, membuat es, dan membuat buah dan minuman lebih enak rasanya.

Dengan semakin berkembangnya zaman, lemari es seakan menjadi kebutuhan wajib bagi setiap rumah tangga. Dilihat dari kebutuhannya, lemari es dengan kriteria berikut menjadi pilihan utama bagi para konsumen :

  1. Hemat Listrik

Di tengah isu krisis energi seperti sekarang, tentunya dengan pemakaian listrik yang minimum dapat mengurangi kebutuhan kita akan energi. Energi yang ada dapat kita pergunakan dengan baik sesuai kebutuhan. Apalagi dengan Tarif Dasar Listrik yang terus membengkak, hemat dalam penggunaan  listrik bisa menjadi salah satu solusi masalah ini.

2. Ukurannya yang beragam

Ukuran kulkas yang dimiliki tentunya haruslah sesuai dengan ukuran rumah yang dimiliki konsumen. Dengan ukuran kulkas yang beragam tentunya dapat memberikan pilihan bagi para konsumen. Konsumen dengan ukuran rumah yang tidak terlalu besar, tentunya mengharapkan lemari es yang dimiliki berukuran minimalis pula.

3. Disain yang tidak membahayakan konsumen

Diharapan lemari es tidak memiliki bagian yang runcing dan tajam di tiap tepinya. Hal ini jelas membahayakan konsumen jika menyenggol lemari es. Sang konsumen bisa terluka ataupun meninggal akibat tertusuk lemari es.

4. Tahan lama

Tentunya para konsumen mengharapkan agar barang yang dimilikinya bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan tidak berkurang kinerjanya. Jika lemari es yang mereka miliki hanya berumur pendek, tentunya konsumen akan merasa dirugikan.

5. Suku cadangnya mudah didapat dan mudah diperbaiki

Jika hal ini tidak terpenuhi tentunya akan menyulitkan konsumen seandainya lemari es yang dimilikinya tiba-tiba rusak. Ini akan membuat buruk citra produsen lemari es sendiri tentunya.

6. Mudah dipindah atau digeser

Ini cukup membantu konsumen yang sering merubah tatanan rumahnya. Konsumen tidak akan kesulitan untuk menggeser atau memindahkan kulkasnya ke tempat yang dia inginkan. Memberi roda dibagian bawah kulkas bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

7. Harganya terjangkau

Berbicara harga, ini akan berkaitan dengan daya beli masyarakat. Jika harga dari lemari es mahal atau melebihi daya beli masyarakat, akan menyebabkan omset dari penjualan lemari es menurun drastis. Masyarakat akan tidak terlalu peduli dengan kebermanfaatan lemari es jika memang harganya mahal dan mereka tidak sanggup untuk membelinya. Namun, meskipun harganya murah diharapkan kualitasnya tidak buruk. Karena konsumen akan memilih harga yang sedikit lebih tinggi dengan kualitas yang jauh lebih baik. Pengefisienan biaya produksi dan untung yang minimal bisa menjadi solusi untuk masalah ini.

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s