Penggolongan Manusia

Allah menciptakan manusia dengan berbagai keanekaragaman. Setiap manusia akan berbeda satu sama lain, tidak akan ada dua manusia yang sama persis.  Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari perbedaan ini, yang dapat kita gunakan untuk memperkuat keimanan kita kepada Allah SWT. Melihat keanekaragaman ini, akan muncul pertanyaan dalam diri kita tentang berbagai golongan, kedudukan, dan pebedaan manusia satu sama lain yang membuat keanekaragaman antar manusia.

Menurut Kaelany, Islam menggolongkan kedudukan manusia berdasarkan hubungannya kepada Allah dan tujuan hidupnya. (1) Muttaqi, yang berarti orang yang bertaqwa, yaitu orang yang cinta dan hormat kepada Alla, dengan terus merasakan kehadiran-Nya di mana saja berada, sehingga akan selalu menjaga diri dari perbuatan dosa, dan selalu mendapat dorongan dari imannya untuk melaksanakan perintah-perintah-Nya dengan indikasi senantiasa berbuat baik dalam bentuk ibadah maupun di bidang mu’amalah, berlandaskan iman karena Allah dan asas manfaat bagi kehidupan; (2) Muhsin, yang berarti orang yang berbuat baik, yaitu orang mukmin (beriman) dan melakukan perbuatan baik atau amal shaleh, atau muhsin bisa dikatakan sebagai suatu peringkat martabat dari taqwa yang setiap saat kita harus meningkatkanya; (3)Mu’min, yang berarti orang yang beriman, yaitu orang yang percaya kepada Allah, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Kitab-kitabNya, Hari Kemudian dan Qadla dan QadarNya. Iman sesungguhnya ada di dalam hati (qalb), diucapkan dengan lisan, dan diaplikasikan dalam amal; (4) Muslim, yang berarti orang Islam , yaitu orang yang tunduk patuh, berserah diri semata kepada Allah. Ia akan menyelamatkan tangan dan lidahnya pada orang lain dan memandang manusia sama di hadapan Allah dengan menyebarkan kedamaian di antara manusia; (5) Kafir, yaitu orang yang tidak percaya, ingkar, dan menolak kebenaran. Kafir terbagi menjadi 5 jenis, yaitu Kafir lillah (tidak percaya kepada Tuhan, atheis), Kafir liwahdatillah (tidak percaya kepada keesaan Tuhan, musyrik), Kafir li Muhammad Rasulillah (tidak percaya kepada Muhammad SAW sebagai rasul), Kafir li kitabillah (kafir kepada kitab-kitab Allah), dan Kafir lini’matillah (ingkar terhadap nikmat Allah, tidak bersyukur);(6) Musyrik, yaitu orang-orang yang menyekutukan Allah seperti mengambil atau menganggap ada Tuhan selain Allah, seperti Tuhan serupa makhluk, memiliki anak, dilahirkan, ataupun berada dalam suatu benda;(7) Munafiq, yaitu orang yang bermuka dua, di lahir dia mengatakan beriman, tapi dihatinya tidak. Orang munafik jika bicara ia berdusta, jika berjanji mangkir, dan bila diberi amanat berkhianat (tidak bisa dipercaya);(8)Fasiq, yaitu orang yang melakukan dosa, padahal dia mengerti bahwa perbuatannya melanggar ketentuan Tuhan.

Melihat pembahasan diatas, sudah sepantasnya kita berkaca pada diri sendiri termasuk ke golongan mana diri kita untuk berintropeksi memperbaiki diri menuju pribadi yang lebih baik. Uraian Kaelany ini bisa kita jadikan bahan pembelajaran berarti bagi diri kita mengingat kita sebagai manusia adalah makhluk yang tidak sempurna dan banyak melakukan kesalahan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s