Dimanakah Letak Perjuangan Kita?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamualaikum Wr.Wb

Rekan-rekan mahasiswa satu perjuangan.

Disini saya berbicara ingin mengajak rekan-rekan semua berfikir tentang suatu hal. Mari rekan-rekan kita berfikir bersama mengenai letak perjuangan kita seharusnya di masa saat ini. Karena saya merasa banyak diantara kita semua yang kurang tepat menafsirkan tentang perjuangan dan kurang tepat memilih jalannya. Harapannya setelah kita berfikir secara bersama-sama kita bisa menemukan jalan perjuangan kita.

 

Namun, sebelumnya saya ingin bertanya kepada rekan-rekan semua, kenapa kita harus berjuang membangun negeri tercinta ini.

Pertama, sebagai warga negara yang baik kita harus mendukung dan membantu negara mencapai tujuannya. Ini menjadi tanggung jawab moril bagi setiap orang yang mengaku sebagai warga negara ini. Seperti kita ketahui bahwasanya tujuan negara Indonesia telah tertulis dalam alinea ke-4 pembukaan undang-undang dasar tahun 1945. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Merupakan suatu kewajiban bagi setiap warga negara untuk memberikan kontribusinya demi tercapainya tujuan ini.

Kedua, sebagai seorang mahasiswa merupakan suatu kewajiban kembali bagi diri ini untuk mengabdikan hidupnya untuk negeri terncinta ini rekan-rekan. Mengapa? Karena rekan-rekan tidak lebih dari 1/3 segala sesuatu yang kita terima dan pakai dikampus dimulai dari ruang kelas yang nyaman, koneksi internet yang selalu kita kita pakai, dan yang lainnya merupakan sumbangan dari negara. Dimana di uang sumbangan negara tersebut ada hak-hak orang miskin, hak pedagang asongan, hak para warga jalanan, dan hak seluruh warga negara Indonesia. Sungguh suatu hal yang memalukan jika kita tidak berniat membalas budi yang sudah kita terima. Dimana hati nurani kita sebagai seorang mahasiswa jika didalam diri kita tidak ada niat bagi kita memberikan kontribusi terbaik kita bagi negara ini.

 

Kemudian bagaimana cara kita memberikan kontribusi kita. Bagaimana cara dan dimana seharusnya jalan perjuangan yang kita tempuh untuk membangun negeri ini.

Sebagai mahasiswa kita memiliki 3 peran yang sangat penting.

  1. agent of change, artinya mahasiswa memiliki fungsi sebagai agen perubahan yang memiliki kewajiban untuk memberikan kontribusi terhadap masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia, serta berkewajiban untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.
  2. iron stock, artinya mahasiswa sebagai sumber daya dengan segala kompetensi yang ia miliki, merupakan generasi penerus yang akan memegang kendali dan masa depan bangsa ini.
  3. moral force, artinya mahasiswa juga memiliki peran moral. Mahasiswa harus memiliki moral yang baik dan memegang idealisme yang murni serta kokoh (tidak memiliki kepentingan politik), agar tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi yang merugikan banyak orang.

Merupakan tugas kita sebagai seorang mahasiswa untuk melaksanakan fungsi ini secara menyeluruh.

Namun, seperti apa bentuk perjuangan yang konkrit yang bisa kita berikan di era reformasi seperti sekarang. Dimana hak kita berpendapat, berkumpul, dan menyampaikan pemikiran terbuka lebar. Apakah dengan mengikuti aksi setiap ada isu yang ada? Atau dengan belajar tanpa mempedulikan lingkungan sekitar kita rekan-rekan?

Saat ini, pihak kampus telah membatasi masa belajar kita rekan-rekan hanya dengan 6 tahun. Tidak seperti dulu dimana mahasiswa bisa menentukan kapan dia akan lulus. Belum lagi biaya kuliah yang sangat mahal rekan-rekan. Kenaikan dari 1,5 juta sampai maksimum 7,5 juta menjadi beban tersendiri bagi setiap mahasiswa.

 

Melihat kondisi-kondisi diatas, harus ada sebuah jalan perjuangan yang baru untuk kita rekan-rekan. Kita tetap harus memperhatikan tridarma perguruan tinggi rekan-rekan. Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Pendidikan dan penelitian menjadi hal utama di era modern sekarang. Seharusnya hal inilah yang menjadi sorotan utama kita. Saat ini kondisi kemajuan teknologi kita masih tertinggal jauh dibanding negara lain. Ini tentunya menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi kita sebagai mahasiswa generasi penerus bangsa. Akan tetapi rekan-rekan, meskipun dituntut mengembangkan teknologi dan dihadang masa kuliah yang dibatasi enam tahun, jangan sampai kita melupakan masyarakat sekitar yang ikut membiayai kita. Setiap hasil karya teknologi yang kita hasilkan haruslah yang berdaya guna bagi masyarakat. Karena jika bukan kita, siapa lagi yang harus mengembangkannya? Buruh, Pedagang? Bukan rekan-rekan, tugas itu ada dipundak kita. Satu lagi rekan-rekan, sebagai seorang warga negara pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya memiliki peran mengontrol setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Jangan sampai kebijakan yang dibuat pemerintah merugikan bagi kebanyakan orang dan hanya menguntungkan secuil orang di negeri ini. Inilah yang sering terjadi di negeri ini. Oleh karena itu rekan-rekan segera temukan jalan perjuangan kalian masing-masing.

 

Mari berbuatlah sebanyak-banyaknya untuk negeri.

“Jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang sudah kamu berikan untuk negaramu.”

 Semoga Indonesia tetap menjadi Indonesia jaya yang dipuja-puja bangsa.

 

Hidup Mahasiswa       !

Hidup Rakyat Indonesia         !

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s